sekolah

Menurut UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Dari pengertian pendidikan diatas pada bagian terakhir sangat jelas disebutkan bahwa pendidikan dan masyarakat sangat erat kaitannya. Karena pendidikan adalah bagian dari masyarakat berarti pendidikan juga merupakan bagian dari kebudayaan yang ada didalamnya. Pendidikan adalah bagian dari sistem nilai yang harus dihayati oleh manusia. Bertugas mengembangkan manusia menjadi pencipta nilai dan pemberi makna pada nilai. Supriyoko mengibaratkan pendidikan dan kebudayaan sebagai dua sisi dari sekeping mata uang, berbeda namun memiliki satu fungsi. Kalau pendidikan merupakan satu sisi dari keping mata uang tersebut maka kebudayaan merupakan sisi yang lainnya, begitu pula sebaliknya. Implikasi konotatifnya adalah apabila dalam dunia pendidikan terjadi perubahan-perubahan maka hal ini pun secara langsung maupun tak langsung akan terjadi dalam dunia kebudayaan. Eratnya hubungan antara pendidikan dan kebudayaan juga sering dilukiskan dalam suatu hubungan timbal balik (reciprocal relationship); artinya hubungan yang saling mempengaruhi. Sehingga apabila terjadi fenomena-fenomena tertentu dalam dunia pendidikan maka fenomena ini akan berpengaruh bagi dunia kebudayaan, demikian pula sebaliknya.

Nelson-Mandela

Menurut Tilaar (2002: 50) peranan pendidikan di dalam kebudayaan dapat kita lihat dengan nyata di dalam perkembangan kepribadian manusia. Tanpa kepribadian, manusia tidak punya kebudayaan, meskipun kebudayaan bukanlah sekadar jumlah dari kepribadian-kepribadian. Di dalam pengembangan kepribadian diperlukan kebudayaan dan seterusnya kebudayaan akan dapat berkembang melalui kepribadian-kepribadian tersebut.

Selain itu, Tilaar (2002: 70) mengemukakan bahwa kebudayaan merupakan dasar dari praksis pendidikan maka bukan saja seluruh proses pendidikan berjiwakan kebudayaan nasional, tetapi juga seluruh unsur kebudayaan harus diperkenalkan dalam proses pendidikan.

Saya belum memahami secara mendalam mengenai sosio-antropologi pendidikan, namun berdasarkan beberapa sumber yang ada di buku maupun di internet, kemudian uraian diatas dapat disimpulkan bahwa antara pendidikan dengan kebudayaan jelas sangat erat kaitannya dan keduanya saling berhubungan timbal balik. Tanpa pendidikan, kepribadian manusia tidak akan berkembang sehingga kebudayaan pun tidak akan berkembang. Begitu juga sebaliknya.

 

Daftar Pustaka

Tilaar. 2002. Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Supriyoko. 1993. Dampak Pendidikan terhadap Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat. Diakses melalui internet pada tanggal 15/02/2015 pukul 07.28WIB.(http://Research.amikom.ac.id/index.php/karyailmiahdosen/article/view/7)