19095

Beberapa anak mengalami kesulitan saat belajar baik di rumah maupun di sekolah. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Sebagai konselor kita dapat memberikan bantuan kepada mereka agar mampu untuk memahami permasalahan mereka dan menyelesaikannya dengan baik. Namun sebelumnya kita harus mengetahui dan memahami kesulitan mereka dengan diagnosis kesulitan belajar.

Diagnosis merupakan penentuan jenis ketidakmampuan dengan meneliti latar belakang penyebab atau menganalisis gejala-gejala yang tampak, sedangkan kesulitan belajar adalah gejala yang tampak pada peserta didik yang ditandai dengan prestasi belajar yang rendah. Dikatakan rendah jika prestasi yang mereka capai dibawah norma yang telah ditetapkan, jika dibandingkan dengan teman-teman kelas, dia dibawahnya, ataupun prestasinya menurun dibandingkan dengan prestasi belajar sebelumnya yang pernah dicapai. Kesimpulannya Diagnosis Kesulitan Belajar adalah proses menentukan masalah atau ketidakmampuan peserta didik dalam belajar dengan meneliti latar belakang penyebabnya dan atau dengan cara menganalisis gejala-gejala kesulitan atau hambatan belajar yang tampak. Ciri-ciri anak yang mengalami kesulitan belajar adalah prestasi belajarnya yang rendah ,usaha yang dilakukan tidak sebanding dengan hasilnya, lamban mengerjakan tugas, sikap acuh dalam mengkuti pelajaran, menunjukkan perilaku menyimpang, emosional (mudah marah, tersinggung, rendah diri dll).

Banyak faktor yang mempengaruhi kesulitan mereka dalam belajar, diantaranya guru yang pemarah, lingkungan sekitar yang kurang kondusif, tidak memiliki minat dalam bidang tertentu, tekanan orang tua, memang kesulitan dalam berfikir cepat, ataupun permasalahan lain yang lebih yang dirasa mempengaruhi semangatnya dalam belajar. Oleh karena itu kita sebagai konselor harus mampu menganalisis faktor mana yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam belajar, dan membantu untuk menyelesaikannya.Langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah membuat format untuk diagnosis kesulitan belajar.

Untuk membuat format diagnosis kesulitan belajar, konselor perlu untuk bekerjasama dengan guru mata pelajaran atau wali kelas, karena semua data yang kita perlukan pasti dimiliki oleh mereka. Diagnosis kesulitan belajar akan dimulai dengan mengidentifikasi anak yang mengalami kesulitan belajar. Kita dapat mengetahuinya dengan melihat prestasi yang telah dicapai. Selanjutnya adalah pengumpulan dan analisis data. Kemudian menentukan masalah belajar yang dirasakan / dialami (diagnosis). Setelah mengetahui kesulitan yang dialami, kita dapat menjelaskan saran pemberian bantuan (prognosis) . Setelah itu penanganan / mengatasi kesulitan belajar , dan yang terakhir adalah evaluasi serta tindak lanjutnya. Mau tau caranya membuat format diagnosis belajar??? Tunggu selengkapnya yaa 😉