il_570xN.228506515

Ibu, sedang apa sekarang? Apakah Ibu baik-baik saja? Bu, lelah tidak? Aku teringat dahulu saat kecil, walau tak terlihat jelas parasmu namun hangatmu sangat membekas di relung hatiku. Entah bagaimana rasanya saat dulu engkau mengandungku, aku belum pernah merasakannya. Namun yang aku tau, engkau sangat melindungiku dan menyayangiku yang sedang berada didalam rahimmu, engkau jaga aku dengan segenap jiwa ragamu. Saat melahirkanku tak tahu bagaimana kesakitannya dirimu, kau pertaruhkan jawamu untuk aku yang belum engkau lihat wujudnya. Kau perjuangkan aku hingga aku dapat melihat dunia ini. Kau timang aku saat akan tertidur, kau belai aku dengan lembut tanganmu, kau peluk aku dengan berjuta kasih sayangmu. Ibu, setiap detik menghampiri hidup kita, setiap waktu berjalan menambah usia. Aku bertambah dewasa, Ibu bertambah tua. Ibu, kadang aku berharap tidak usah dewasa, kadang aku berharap Ibu tidak usah tua. Aku hanya ingin menjadi anak Ibu yang selalu ditimang, dibelai, dan dimanja dengan mesra. Maafkan anakmu ini bu, aku tahu tidak mudah merawatku. Tidak mudah membimbingku menjadi anak yang engkau harapkan. Engkau ikut menangis saat aku terluka, engkau sangat bahagia saat aku tersenyum, engkau selalu gelisah saat aku sedang gundah. Kau terus temani aku dalam segala kondisi yang menghampiriku. Pasti sulit dan berat. Kau korbankan waktu dan tenagamu,  namun selalu kau curahkan kasih sayang itu, kau curahkan setulus hatimu. Aku juga teringat akan tangisanku saat tengah malam, engkau dengan sabar menenangkan aku, membelai aku, menyanyikanku sebuah lagu hingga mataku terlelap kembali. Sampai pagi kau terjaga karena takut aku akan bangun dan mengangis lagi. Terima kasih Ibu, terima kasih sudah menjadi utusan Allah dan mau menjadi pelita dalam hidupku. Terima kasih untuk segala yang engkau korbankan untukku, segala yang engkau curahkan untukku. Hangat kasihmu yang tak akan mampu aku gantikan dengan apapun. Tak bisa lagi kuungkapkan semua kabaikanmu, kebaikan hatimu. Aku hanya bisa meminta maaf berjuta-juta kali. Maafkan aku yang selalu melawanmu, tidak menuruti perintahmu, maafkan aku yang selalu ingin segala sesuatu kamu berikan, maafkan aku telah menghabiskan sisa usiamu untuk merawatku, maafkan aku belum bisa membuatmu bahagia ibu. Maafkan aku belum bisa menjadi anak yang membuat engkau bangga. Maafkan aku atas segala salah yang akuk berikan padamu. Aku hanya berharap Ibu tau betapa aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Aku akan berusaha ibu, aku akan selalu berusaha. Berusaha menjadi anak yang mampu membuatmu bahagia hingga kau bahagia karena sudah melahirkan dan merawatku hingga saat ini. Segala harapanmu semoga tercapai Ibu. Allah tidak pernah tidur dan aku akan berusaha menjadi perantara kebahagian yang diberikan Allah padamu. Sekali lagi terimakasih atas segala kebaikanmu dan mohon maaf atas segala kesalahanku ibu. Aku mencintaimu.