vI0ASlv9jg

Mahasiswa adalah agent of change. Siapa lagi selain kita para mahasiswa yang mampu membawa perubahan untuk negeri ini. Indonesia yang saat ini sedang dihadapkan pada tantangan untuk menjadi era baru Indonesia yang maju dan bermartabat memerlukan generasi muda yang mempunyai semangat dan motivasi tinggi untuk mencapai perubahan . Tentu harapan kita semua Indonesia akan menjadi negara besar, yang dihormati oleh bangsa dunia. Selain itu Indonesia akan menjadi pusat pembelajaran peradaban dunia. Dan Indonesia akan menjadi negara adi kuasa diatas negara-negara adi kuasa yang ada. Namun tentu ada syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi Indonesia emas yaitu :

  1. Segenap komponen anak bangsa bersatu tanpa mempermasalahkan perbedaan yang ada.
  2. Segenap komponen anak bangsa senantiasa meningkatkan kualitas diri dalam rangka pengembangan sumber daya manusia.
  3. Segenap komponen anak bangsa senantiasa dalam kehidupannya mewujudkan suasana yang kondusif. Suasana yang kondusif artinya memenuhi 7 unsur, yaitu saling mengenal dan menyapa, saling menghormati satu sama lain, saling memahami, saling mengerti, saling membantu, saling menolong dan saling memaafkan bila ada kesalahan.

Namun bagaimana keadaan kita sekarang? Khususnya para generasi muda? Mari berkaca diri sejenak. Sekarang masih banyak mahasiswa yang loyo, Njepathut, tidak semangat, tidak produktif, berbuat ala kadarnya, bekerja sebisanya, dan melayani semaunya.  Apakah dengan keadaan yang seperti ini Indonesia mampu menjadi Indonesia era baru?

Seharusnya dengan syarat Indonesia era baru tersebut, diharapkan mahasiswa dapat bergerak untuk menyongsong perubahan, ikut andil dalam 70 tahun ke depan, yaitu menjemput Indonesia yang bermartabat. Apa yang bisa kita lakukan?? Ada banyak cara yang bisa kita lakukan, yaitu dengan menjadi sumber daya manusia yang lebih baik dan berkualitas. Kita haru menjadi manusia yang bermanfaat dan penuh makna. Dengan meregulasi diri untuk menjadi pribadi yang berkualitas, harus didasari degan sikap perilaku yang unggul. Yaitu degan selalu ‘TERSENYUM’. Ada makna dibalik kata tersebut, yaitu kita harus menjadi manusia yang Tertib, Empati, Respek, Semangat, berEtika, berNorma, unggul dan memberi nilai tambah.

Menurut Drs. Wiwid Sukmadji (seorang motivator KAPILAWASTU) ada trik yang bisa kita lakukan, yaitu dengan menerapkan SGPCE. Artinya adalah Sikap atas dasar nilai-nilai etika dan tata karma, Gaya hidup yang sesuai dengan nilai nilai moral budaya dan agama, Penampilan atas dasar norma-norma etika dan estetika, Cara memaknai hidup dengan bersyukur, Etika sebagai dasar perilaku. Selain SGPCE, ada pula S2 LPK yang mendukung peningkatan kualitas diri manusia yaitu Senyum, Sapa, Layanan, Perhatian dan Kesan.

Yang pertama mulailah membangun citra diri dengan hal-hal yang kecil, seperti dengan senyum. Senyum menunjukkan kita adalah pribadi yang riang gembira. Ketika kita riang dan gembira, hormone seretoin akan terproduksi dengan baik, getaran MACROCOSMOS akan membingkai kita dalam suasana semangat dan penuh percaya diri. Jangan abaikan senyuman kita, karena ketika kita tersenyum dengan tulus dan ikhlas, tidak sedikit orang yang ikut bahagia ketika melihatnya. Ayo !!! Tak perlu menunggu untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dengan senyuman yang ramah.

Renungkanlah, sebenarnya kita diciptakan oleh Tuhan untuk sukses, untuk menjadi pribadi yang luar biasa, bukan untuk menjadi pribadi yang biasa-biasa saja. Itu saat kita bisa memaknai kehidupan yang diberikan. Hidup kita pun seperti dapur eksklusif, Tuhan melengkapi semua sarana untuk kita. Mau apa saja terserah kita, mau seperti apa terserah kita, dan mau menjadi apapun terserah kita. Mau gagal atau sukses? Semua tergantung kita.

Namun ada satu hal yang sebenarnya membuat kita tidak bisa maju tanpa ragu yaitu adanya rasa ‘TAKUT’ yang senantiasa membelenggu. Belenggu yang terdiri dari 5 huruf ini seharusnya bisa kita ubah dengan 6 huruf yang bisa membuat semangat hidup sukses, yaitu ‘BERANI’. Berani mengawali untuk melakukan hal-hal yang baik, berani mewujudkan niat baik, berani mengambil resiko, dan berani mengubah sesuatu menjadi lebih baik. Jika kita masih menjadikan takut sebagai bagian dari diri kita maka kita akan membentuk perilaku yang tidak baik. karena pikiran-pikiran ketakutan sangat berpengaruh dengan perilaku yang akan kita lakukan. oleh karena itu kita harus mengubah pikiran-pikiran kita menjadi pikiran yang menyenangkan. Jika sudah membuat pikiran yang positif, kita harus mempunyai keyakinan untuk membangun emosi yang positif pula. Yakinlah bahwa Tuhan akan menolong kita saat bagaimana pun keadaan kita. kita pasti sukses karena pertolongan Tuhan karena aku percaya. Insyaallah yang diyakini akan terwujud,nuansa keindahan pun akan senantiasa kita ciptakan.

Jangan hanya menjadi kepompong yang selalu terbalut dengan kehangatan dan kenyamana, namun jadilah kupu-kupu yang indah dan menawan kemudian dia bisa menghisap manisnya madu. Selain jadi kupu-kupu, kita juga bisa menjadi seperti rajawali, kalau mungkin. Karena rajawali pasti gagah, berani, dan berwibawa, bisa mengepakkan kedua sayapnya, serta terbang tinggi di angkasa. Siapa yang tak ingin melambung tinggi diangkasa bersama segala kebaikan dan cita-citanya? Benang-benang kesuksesan sebenarnya ada pada diri kita, tergantung bagaimana kita merajutnya menjadi selembar permadani untuk kehidupan yang baik. Tanah liat juga ada pada diri kita, tergantung bagaimana kita mengolahnya, untuk menjadi keramik yang unik dan berharga. Namun sebenarnya yang terpenting dalam hidup ini, bukan apa yang kita miliki, tetapi apa yang bisa kita perbuat dengan ikhlas, yang kemudian bermanfaat bagi orang lain.

Para mahasiswa, para agent of change, marilah membangun jati diri keIndonesiaan yaitu berkeTuhanan Yang Maha Esa, Etika menjadi panduan perilaku, Rasa hormat menjadi budaya, Saling bantu dan tolong menolong diantara kita, Anggun dalam berpenampilan dan berperilaku, Hidup senantiasa berdamai dengan alam, Bersatu, tidak tabu dengan perbedaan, Akhlaq dan budi pekerti yang baik, Tertib, tertata, tekun dan bersahaja. Jangan sampai kita merosotkan nilai-nilai kehidupan yang menumbuhkan nasionalisme ke-Indonesiaan sepeti memiliki sikap yang egois, gaya hidup yang berkiblat pada budaya luar, penampilan tidak lagi mewujudkan nilai-nilai keIndonesiaan, cara dalam berkompetisi dengan menghalalkan segala cara, dan etika tidak menjadi panduan perilaku. Oleh karena itu, susun rencana untuk mewujudkan cita-cita yang mulia. Dibutuhkan modal dasar berupa laku baik sebagai sarana untuk mewujudkannya, yaitu dengan memiliki kepribadian yang unggul, diantaranya :

  1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Berbudi pekerti luhur.
  3. Memiliki pengetahuan
  4. Memiliki ketrampilan.
  5. Memiliki kemandirian.
  6. Memiliki tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dengan semua yang telah dipaparkan, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa menjadi mahasiswa yang memiliki personal branding, kita harus melalui sikap-sikap yang unggul demi menjadi manusia yang mulia dan juga demi terwujudnya Indonesia era baru yang kita cita-citakan. Ayo jadilah mahasiswa yang berani dan penuh dengan keikhlasan hati dalam melakukan kebaikan !! Ayo Move On !! Ayo Hijrah !! Hayu Pindah !! 😀